Jumat, 09 November 2012

Selamat Hari Pahlawan, 10 November.

"Tanah Air Pusaka", salah satu kalimat di lagu Syukur. Menurut saya Tanah Air ini memang jadi pusaka Indonesia. Tanah yang berlimpah akan mineral tambang, tanah yang subur untuk sektor pertanian dan perkebunan. Air beguna untuk proses kehidupan makhluk hidup, air yang melimpah di seluruh pelosok Indonesia. 

Terima kasih untuk perjuangan para pahlawan Indonesia dalam mempertahankan Tanah Air Indonesia. Kita masih berjuang untuk merdeka. Mungkin saat ini adalah berjuang untuk iklhas menegakan kebenaran. Kita ikuti saja sistem yang berlaku di Indonesia namun merubah pola pikir untuk menjadi pelayan negara bukan untuk cari uang dan jabatan, melainkan untuk ikhlas menjadi pelayan negara agar Indonesia bisa menjadi negara yang benar-benar merdeka.


"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai perjuangan para Pahlawannya"
"Bangsa yang menghargai para Pahlawannya adalah Bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah Bangsanya"

Jumat, 20 Januari 2012

Raung via Kalibaru (photo)

Dari Kamera HP.

Ayo kir-kir-kir, hehe. @Mahadipa FT - UNEJ

@rumah cak Jarwo

Rumah Pak Sunarya

Ngisi Jerigen dulu,

Minimal 8-10 Liter/orang.

Pemanasan...

Lanjut??? Lanjut istirahat wae...

Bunga apa hayoo?

Raung punya "Jancuk'an"pisan.

Nyampek Pos 2, mas kernet si pengendali api...

"Chef Kelor Queen"

Gubug derita. 
Bencot gak bisa lepas dari HP nya, lg kangen-kangenan sama dinda, lho...???
Lain kali di ajak ncot.

Ready...

1500 mdpl

Ehmm wae wes...

Pos 3.

Kelorweiss.

Ormed dulu

Jadi inget dosa-dosa selama hidup.

Puncak 17.

Tunggu aku mas nenet...

Pemanjat doa.

Lain kali bawa tangga.

Si Mamat katok'an,
Mari manjat rokok'an.

Pemanjat asli.

Prusik.

Puncak Tusuk Gigi.
Gigi nya seukuran apa?

Pemanjat Doa semua.

Puncak 17








Masih ada lagi, masih proses...

Kamis, 02 Juni 2011

Oleh-Oleh Perjalanan ke Surabaya

30 Mei 2011
Canon Digital IXUS 85 IS

Ranu Klakah

Ranu Klakah Sunrise

Tradisional di Jaman Modern

Bertahan Sampai Esok Hari



Suramadu


Cuma Besi Tua




Air mancur Taman Bungkul
Pegunungan Hyang Argopuro




Senin, 09 Mei 2011

Lesson From Kungfu Panda

Po, si Panda jantan, yang sehari-hari bekerja di toko mie ayahnya, memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar Kung Fu. Tak disangka, dalam suatu kompetisi, Po dinobatkan sebagai Pendekar Naga yang dinanti-nantikan kehadirannya untuk melindungi desa dari balas dendam Tai Lung.
Saat menonton film animasi ini, kita seperti diingatkan tentang beberapa hal:
1.The secret to be special is you have to believe you're special.
Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri. Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial. Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. Seperti kata Master Oogway, You just need to believe
2.Teruslah kejar impianmu.
Po, panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master Oogway, Kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut Present (hadiah). Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.
3.Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri.
Master ShiFu ogah-ogahan melatih Po . Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway -gurunya- bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya.

Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah. Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.
4. Tiap individu belajar dengan caranya sendiri dan motivasinya sendiri.
Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain..

Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan..
5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah.
Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan
Nyaris kehilangan nyawanya.

Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri sendiri/anak/murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu.


6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam hatimu.
Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.

7.Keluarga sangatlah penting.
 
Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu.  

"Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?"